Matamu berbinar melihat penuh cinta. Butiran bening nan jernih mengalir jatuh dipipi ketika kau mencium kening mungil itu. Bibirmu bergetar saat mengumandangkan lantunan adzan ditelinganya, memeluknya dalam dekapan hangat. Bahkan, dalam pekat malam dan lelahmu, kau rela terjaga demi menenangkan bayi mungil itu kembali. Bagimu dia adalah titipan terindah dari sang pencipta yang selalu di syukuri tiada henti. Baginya kau adalah anugrah luar biasa, dia memanggilmu dengan sebutan Ayah.
Semangatmu membara tiada henti, demi pertumbuhan malaikat kecilmu, kau rela bermandikan keringat sepanjang hari.
Menjaganya sepanjang waktu, bahkan kau tidak ingin melewatkan setiap moment bersamanya. Perjalanan indah nan abadi kau dekap erat dalam memori ingatanmu.
Engkau lelaki terbaik baginya. Cemburumu terlihat walau tak terucap, ketika kau melihat ada lelaki lain membuat malaikat kecilmu tersenyum.
Engkau bahkan rela melakukan semua hal untuknya. Meyakinkan dia bahwa tidak ada seseorang yang lebih mencintainya selain dirimu.
Tahun berlalu, kau telah menyadari moment ini sedari dulu. Berada sebagai wali di ruangan kecil, indah, dan bernuansa putih. Tanganmu gemetar menjabat tangan lelaki disebelah malaikat kecilmu. Dalam rangkul, tangis haru pecah tak tertahankan tapi yang harus kau tau, Dia mencintaimu. Bahkan, ketika nyawa sudah tidak lagi bersama ragamu, baginya kau tetap dan akan selalu menjadi lelaki terbaiknya.
Ayah…
Terimakasih untuk setiap moment bersejarah dalam hidup ini…

Post Comment