Smell

Aroma udara pagi begitu menyejukkan, fresh dan menyegarkan. Aku selalu suka dengan udara pagi… 

Suatu pagi aroma itu tiba-tiba berubah. Aku mencium bau yang tak sedap di sekeliling rumahku. Benar-benar mengganggu pernafasan hingga membuat sesak. 

Ah bau apa ini?

Ku ucapkan dengan nada tinggi dan dan lantang! Berharap seisi rumah ikut berkomentar dan menanggapinya.

***

Bruk!!!

Tiba-tiba adik menjatuhkan tumpukan buku-buku bacaan lamanya yang sudah usang dimakan waktu dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Ceklek,,, krieeett…

Ibu membuka pintu kamar adik dan segera menuju kejendela kamar adik, lalu berjalan menuju jendela kamar.

Di buka dik, jendelanya! Supaya ada sirkulasi udara. Saran ibu.

Lalu ibu berlalu begitu saja meninggalkan kamar adik setelah memberi saran dan membuka jendela kamar adik.

***

Krieeett…. Aku datang…

Sang kaka tiba di rumah dengan membawa setumpuk kain kotor dari bumi perkemahan dan meninggalkan sepatu basah yang sudah berlumuran tanah di pojokan pintu depan.

Aku kesal!!! Lalu aku segera mencari di manakah sumber bau itu berasal. 

Kemudian suara tetangga menggelegar bak petir menyambar.

Ini bau apa sih dari tadi???

Dia menduga adanya warga komplek yang tidak menjaga kebersihan. Dan benar saja, tumpukan sampah berserakan di mana-mana. Dari yang kering hingga yang basah. 

Aku juga mengira sumber bau itu berasal dari sana. Segera aku menghampiri tetanggaku yang rumahnya tepat di samping kanan rumahku.

Pak, permisi… Kalau buang sampah yang bener donk! kan jadi bau ke mana-mana.

Rupanya bapak itu juga ingin menghampiri tetangga samping kanan rumahnya yang terkenal sangat jorok.

Teteh, kalau buang sampah yang beneer dong! apalagi sampah dapur. yang rapih! supaya tidak bau ke mana-mana.

Akhirnya, adu mulut tidak bisa terelakkan olehku dan kedua tetanggaku. Ketika kami adu mulut, bukannya bau itu tersamarkan ini malah sebaliknya. Bau itu semakin menyengat dan kuat.

Ah sial!!! ternyata bau itu datang dan bersumber dari kami bertiga, yang tinggal di tempat sampah, got, dan tempat kumuh lainnya. 

Ya,,, kamilah tikus-tikus nakal yang menyukai tempat Kotor.

_End_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *